Jagalah Aib Aku Ya Allah!

1546262_855550011137672_1205712256_n

Manusia, pasti dalam hidupnya pernah melakukan kesalahan. Saya ingin kongsikan satu cerita teladan pada zaman Nabi Musa A.S berkaitan aib manusia yang telah melanggar larangan Allah.

Pada zaman Nabi Musa AS, Bani Israel ditimpa musim kemarau yang berpanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata, “Ya Kalimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami”. Maka berangkatlah Musa A.S. bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan penuh
debu, haus dan lapar.

Nabi Musa berdoa, “Ilaahi! Asqinaa ghaitsak.. wansyur ‘alaina rahmatak.. warhamnaa bil athfaal ar rudhdha’.. wal bahaaim ar rutta’.. wal masyaayikh ar rukka’..” Setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin menyilau (maksudnya segumpal awan pun tak jua muncul). Kemudian Nabi Musa berdoa lagi, “Ilaahi..
asqinaa”..

Allah pun berfirman kepada Musa, “Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kamu sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Kerana dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kamu”.

Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, “Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun, keluarlah ke hadapan kami, kerana engkaulah hujan tak turun”. Seorang lelaki menjeling ke kanan dan kiri, maka tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia, saat itu pula ia sedar kalau dirinya yang dimaksudkan.

Ia berkata dalam hatinya, “Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahsiaku. Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun”. Maka hatinya pun gundah-gulana, air matanya pun menitis, menyesali perbuatan maksiatnya sambil berkata , “Ya Allah, Aku telah bermaksiat kepadaMu selama 40 tahun, selama itu pula Engkau menutupi aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepadaMu, maka terimalah taubatku”.

Tak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebal pun muncul, semakin lama semakin tebal menghitam, dan akhirnya turunlah hujan. Musa pun kehairanan, “Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia”. Allah berfirman, “Aku menurunkan hujan kepada kamu oleh sebab hamba yang kerananya hujan tak turun telah bertaubat kepadaKu”.

Musa berkata, “Ya Allah, tunjukkan padaku hamba yang taat itu”. Allah berfirman, “Ya Musa, Aku tidak membuka aibnya sewaktu dia masih bermaksiat kepadaKu, apakah Aku perlu membuka aibnya sedangkan dia taat kepadaKu?”

Begitulah baiknya Tuhan..kalau lah dibuka aib kita setiap kali kita melakukan dosa, tentu lah malunya manusia. Tetapi dengan rahmatNya di tutup aib bahkan sekiranya bertaubat dan Allah ampunkan dosa2 bahkan bila taubat di terima, akan di padam segala keaiban tersebut.

Hasan al-Basri berkata, : Aku pernah menemui seseorang yang
tidak memiliki kecacatan ..Setelah dia mencela orang lain ,maka
orang lain menemukan kecacatan nye.Aku pernah berjumpa
dengan orang yang banyak memiliki kecacatan .Namun, oleh
sebab dia diam dari pada memerihalkan kecacatan orang lain,
orang lain pun tidak pernah membicarakan tentang kecacatan nya

Hidup di dunia hanya sementara, harta kita di dunia hanya sementara, pangkat kita di dunia hanya sementara…. mengapa kita perlu menyebarkan aib orang untuk menjatuhkan orang lain?  Sedangkan akhirat itu selamanya.

Sumber Gambar : Muslim Show

Amirul

Menulis biarlah dengan ilmu, membaca biarlah sampai habis.

You may also like...

4 Responses

  1. inshaAllah jika kita tutup aib org Allah juga akan tutup aib kita…..husnuzon….

  2. Bagus artikel bro nie..

    Sungguh baik Allah s.w.t. pada kita semua.. Oleh itu kita jgnlah buka aib org lain kan… 😀

  3. Mycherita says:

    betul tu tuan..Kalau nak orang tutup aib kita, kita dulu yang tutup aib orang lain.

  4. profhariz says:

    Allah senantiasa menjaga aib kita. Tetapi kita yang selalu buka. hmmm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *